BAGAIMANAKAH TA'ARUF YANG DENGAN SYARI'AT ?
Ta'aaruf adalah salah satu kata yang sering terdengar di telinga kita, dia bukanlah kata yang asing di kalangan masyarakat. namun, meskipun begitu sangat tidak sedikit orang yang memahami makna ta'aaruf itu sendiri.
Pengertian Ta'aaruf
Ta'aaruf berasal dari bahasa arab yaitu: " التعارف " yang artinya adalah saling mengenal satu sama lain. Ta'aaruf meruakan interaksi yang dilakukan antara dua orang atau lebih karena maksud tertentu.Jadi, secara bahasa pengertian ta'aaruf sebenarnya luas, karena bisa menyangkut persaudaraan, pertemanan, pernikahan, dan lain-lain. Di negara kita yang tercinta ini, kata ta'aaruf sering kali dihubungkan dengan dunia percintaan.
Ta’aruf dalam hubungan percintaan bisa diartikan sebagai proses perkenalan yang tujuannya adalah menyempurnakan agama yaitu mengacu ke jenjang pernikahan. Bukan hanya sekedar ingin berkenalan ataupun iseng-iseng semata.
Apakah Ada Cara Khusus Dalam Berta'aaruf??
Dalam masalah ta’aruf tidak ada cara khusus. Intinya bagaimana seseorang bisa menggali data calon pasangannya, Selama tidak bertentangan dengan aturan-aturan syariat maupun adat masyarakat. Hanya saja, ada beberapa point penting yang perlu diperhatikan terkait ta’aruf, yakni :
PERTAMA
Bagi pria dan wanita yang ingin berta'aaruf tidak diperkenankan untuk berdua-an, saling bercengkrama, dst. Baik secara langsung atau melalui media lainnya. Karena mereka berdua sama sekali tidak ada hubungan kemahraman. Sehingga berlaku aturan lelaki dan wanita yang bukan mahram. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya.” (HR. Ahmad ).
KEDUA
Niat nya harus serius, bukan karena ingin koleksi kenalan, atau iseng-iseng. Dan bukan untuk PHPin anak gadis orang. Tindakan ini termasuk sikap mempermainkan orang lain, dan termasuk kedhaliman yang nyata.
KETIGA
Menggali data pribadi dengan saling tukar biodata. Atau keduanya bisa saling menceritakan biografinya secara tertulis. Dan ketika proses ta'aruf tidak di wajibkan untuk membeberkan semua data dirinya ke orang yang di ajak untuk berta'aaruf. Dan jika ada hal-hal dan data tambahan yang dibutuhkan, sebaiknya tidak berkomunikasi langsung, tapi bisa melalui pihak ketiga, seperti orang tuanya.
KEEMPAT
Setelah ta’aruf diterima, bisa jadi mereka belum bertemu, karena hanya tukar biografi. Karena itu, bisa dilanjutkan dengan nadzar.



No comments:
Post a Comment